Press "Enter" to skip to content

Man of the Match Arsenal vs Crystal Palace: William Saliba Tampil Dominan dan Jadi Pilar Kemenangan The Gunners

0 0
Read Time:3 Minute, 48 Second

William Saliba tampil luar biasa dan layak menyandang predikat Man of the Match dalam laga Arsenal vs Crystal Palace pada babak perempat final Carabao Cup 2025/2026, yang digelar di Emirates Stadium, Rabu (24/12/2025) dini hari WIB. Bek tengah asal Prancis tersebut menjadi sosok paling konsisten sepanjang pertandingan, baik saat Arsenal menguasai bola maupun ketika harus meredam serangan lawan.

Dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh tensi, Arsenal akhirnya memastikan langkah ke semifinal melalui drama adu penalti. Di balik keberhasilan The Gunners melaju ke empat besar, performa solid William Saliba menjadi salah satu faktor kunci yang menjaga stabilitas permainan tim asuhan Mikel Arteta.

Saliba Jadi Jantung Permainan Arsenal dari Lini Belakang

Peran sentral William Saliba sangat terlihat dalam skema permainan Arsenal. Bek berusia 24 tahun itu bukan sekadar bertugas menghentikan serangan Crystal Palace, tetapi juga berperan aktif dalam membangun permainan dari lini belakang.

Saliba tercatat sebagai pemain dengan jumlah operan terbanyak di sepanjang pertandingan. Ia sukses melepaskan 83 umpan dari 91 percobaan, dengan tingkat akurasi mencapai 91 persen. Statistik tersebut mencerminkan ketenangan, visi bermain, serta kemampuan teknis Saliba dalam mengontrol tempo permainan.

Dalam sistem permainan Arsenal yang menuntut bek tengah untuk berani menguasai bola, Saliba tampil sangat percaya diri. Ia kerap menjadi opsi utama saat rekan setimnya mencari jalur progresi bola dari area pertahanan menuju lini tengah.

Aktif Menekan dan Mengalirkan Bola ke Lini Serang

Tak hanya aman dalam distribusi pendek, William Saliba juga agresif dalam mengirimkan bola ke area berbahaya. Sepanjang laga, ia mencatatkan sembilan umpan ke sepertiga akhir lapangan, sebuah catatan impresif untuk seorang bek tengah.

Kontribusi tersebut menunjukkan bagaimana Saliba berperan sebagai penghubung vital antara lini belakang dan lini serang Arsenal. Beberapa kali ia memecah garis tekanan Crystal Palace dengan umpan vertikal yang akurat, membuka ruang bagi pemain-pemain kreatif Arsenal untuk menyerang.

Keberanian Saliba membawa bola ke depan juga memaksa lawan keluar dari blok pertahanan mereka, memberikan Arsenal keuntungan dalam penguasaan wilayah dan tempo permainan.

Statistik Sentuhan Tertinggi di Lapangan

Dominasi William Saliba semakin terlihat dari statistik sentuhan bola. Ia mencatatkan 97 sentuhan, tertinggi dibandingkan seluruh pemain yang tampil di laga tersebut. Angka ini menegaskan betapa sentralnya peran Saliba dalam setiap fase permainan Arsenal.

Setiap kali Arsenal membangun serangan dari belakang, Saliba hampir selalu terlibat. Ia mampu membaca situasi dengan baik, memilih kapan harus bermain aman dan kapan harus mengambil risiko dengan progresi bola ke depan.

Kepercayaan yang diberikan rekan setim dan pelatih kepadanya menjadi bukti betapa pentingnya Saliba dalam struktur permainan Arsenal saat ini.

Solid di Fase Bertahan, Tenang Hadapi Tekanan

Meski aktif membantu serangan, William Saliba tetap menunjukkan kualitas bertahan yang sangat solid. Ia mencatatkan tiga kontribusi defensif penting, termasuk intersepsi dan sapuan krusial yang memutus alur serangan Crystal Palace.

Dalam duel satu lawan satu, Saliba juga tampil disiplin. Ia memenangkan dua dari tiga duel darat yang dihadapinya, serta melakukan tiga recovery untuk merebut kembali penguasaan bola.

Ketenangan Saliba saat menghadapi tekanan menjadi pembeda. Ia jarang panik meski mendapat pressing dari pemain depan Palace seperti Jean-Philippe Mateta dan Eddie Nketiah. Dengan positioning yang tepat dan timing yang akurat, Saliba mampu menjaga lini belakang Arsenal tetap terorganisir.

Kecerdasan Membaca Permainan Jadi Pembeda

Salah satu keunggulan utama William Saliba adalah kecerdasan membaca permainan. Ia selalu berada di posisi yang tepat untuk menutup ruang, memotong jalur umpan, dan mengantisipasi pergerakan lawan.

Kemampuan ini sangat penting dalam pertandingan dengan intensitas tinggi seperti laga perempat final Carabao Cup. Saat Crystal Palace mencoba meningkatkan tekanan di babak kedua dan perpanjangan waktu, Saliba tetap tampil konsisten tanpa kehilangan fokus.

Kombinasi antara kemampuan teknis, fisik yang kuat, serta pemahaman taktik yang matang menjadikan Saliba sebagai bek modern yang komplet.

Penegasan Status sebagai Bek Terbaik Premier League

Penampilan impresif kontra Crystal Palace semakin menegaskan status William Saliba sebagai salah satu bek terbaik di Premier League saat ini. Sejak menjadi pilar utama Arsenal, performanya terus menunjukkan konsistensi di level tertinggi.

Di usia yang masih relatif muda, Saliba telah menjadi pemimpin di lini belakang The Gunners. Ia bukan hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga cerdas dalam mengatur permainan, sesuai dengan filosofi sepak bola menyerang yang diusung Mikel Arteta.

Tak heran jika pada akhir laga, Saliba dinobatkan sebagai Man of the Match, sebuah penghargaan yang sepenuhnya pantas atas kontribusinya sepanjang pertandingan.


Susunan Pemain Arsenal vs Crystal Palace

Arsenal:
Kepa Arrizabalaga; Jurrien Timber, Riccardo Calafiori, William Saliba, Myles Lewis-Skelly; Mikel Merino, Christian Norgaard, Eberechi Eze; Noni Madueke, Gabriel Jesus, Gabriel Martinelli.
Pelatih: Mikel Arteta.

Crystal Palace:
Walter Benitez; Jaydee Canvot, Maxence Lacroix, Marc Guehi; Chris Richards, Adam Wharton, Jefferson Lerma, Tyrick Mitchell; Eddie Nketiah, Jean-Philippe Mateta, Yeremy Pino.
Pelatih: Oliver Glasner.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%